Rabu, 27 Maret 2013

jenuh

Orang dari belahan dunia mana yang tak pernah merasa jenuh? Kalau ada, seribu pujian padanya. Setiap orang pasti pernah berada dititik jenuh, berada dipuncaknya. Itu normal saja dan sangat wajar kan? Hal-hal yang setiap hari atau bahakan setiap menit kita lakukan terus-menerus secara rutin, itu mungkin yang membuat kita bosan, jenuh. Tapi, pernahkah kau merasa jenuh untuk makan dan minum setiap harinya? Atau mungkin, kau pernah bosan untuk berkedip, berbicara, bahkan bernafas, pernahkah? Lalu apa bedanya dengan kau pergi ke sekolah setiap harinya, bekerja dari terbitnya fajar hingga datangnya petang, berkutat dengan banyaknya tugas mu, dan melaksanakan segala kewajiban mu yang lain, apa bedanya? Mungkin kau hanya tidak menikmatinya, menjadikan itu beban, atau mungkin kau tidak mencintainya, bahkan terpaksa.
Ambilah waktu sejenak untuk beristirahat, kembalikan suasana hatimu, munculkan rasa cintamu, coba pikirkan apa yang kau butuhkan, pentingkah itu semua bagimu?

"Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya. -Pramoedya Ananta Toer"

Semua itu tergantung padamu, kenali dirimu dan segala semangat itu milikmu, miliki dia kembali. 

Selasa, 26 Maret 2013

Nulis

Sekitar dua bulan yang lalu, pas lagi liburan, gak ada kerjaan, tiba-tiba aja muncul dipikiran gue "Nulis lagi ah, kali aja kali ini beneran jadi. Lancar." apa maksudnya beneran jadi dan lancar? Gue emang suka nulis, dimana aja gue nulis, anytime, anywhere. Sampe-sampe disekolah, meja gue banyak coret-coretannya, kadang suka iseng minjem buku temen, pas dibalikin, itu buku udah penuh sama tulisan gue atau sekedar coret-coret dan gambar-gambar gak jelas. Ya, rusuh emang. Jangan salahin gue, tangannya aja yang ga bisa diem. Beberapa kali gue coba nulis yang bener-bener nulis. Mikirin konsep, ide cerita, awal mula dan ending, pesan tersirat dan tersurat yang mau gue tulis, dan segala macem yang dipikirin pas mau nulis, tetep aja ujung-ujungnnya stuck ditengah jalan. Mungkin karena mood gue yang suka loncat-loncat juga, kadang ada ide, kadang gak ada, kadang pas ada gak langsung ditulis, kadang gak ada tapi rasanya pengen banget nulis. Hemmmmm! Nah, sekarang gini lagi nih. Udah bagus-bagus dapet 5 bab ya walaupun belum setengahnya, tiba-tiba mood gue buat nerusin tulisan yg ini ilang dan mulai mikir "Apa gue nulis ulang lagi ya? Rombak semuanya." woy rin, kapan selesainya kalo setiap udah ditengah gini mulu! -___-
Soalnya emang pikiran gue saat ini lagi terfokus disekolah sih, maklum pelajar semester akhir, mau UN, terus UN nya sistem nya dirubah gitu, dari 5 paket jadi 30 paket, tingkat kesulitannya ditambahin, blablabla. Lucu sih menurut gue, mau nya pemerintah sebenernya apaan juga ga ngerti, mau jatohin mental anak bangsa mungkin, yaudah lah terima aja. Ya karena mood buat lanjutin tulisan masih antara ada dan tiada, kayaknya kalo lagi waktu senggang, butuh refreshing, gue mending nulis disini aja dulu.
Tapi gue inget pesen salah satu temen gue "Tulis aja apa yang mau lo tulis, apa yang ada dipikiran lo, ga usah mikir gimana nanti. Kalo mereka suka tulisan lo itu bonus buat lo, tapi kalo enggak suka, ya itu masalah mereka."
Oke, sekarang gue mau siap-siap berangkat sekolah. Ini jam lima pagi, sempet-sempet aja lagi lo rin pake posting dulu! hahaha  

this!

Menurutmu, apa yang lebih indah dari pada hidup ini? Cukup indah kah ini semua bagimu? Bangun di pagi hari, menghirup udara segar, membuka jendela, melihat langit yang masih ditemani bulan sebelum fajar benar-benar muncul, mendengar burung yang masih bisa berkicau, dan mengucap syukur atas banyak hal dari-Nya,  apakah itu tidak indah?

Memang bukan hal mudah untuk tidak mengeluh, tapi sudahkah kamu mencoba? Atau baru berpikir bahwa 'untuk tidak mengeluh itu sulit' dan dengan cepat melanjutkakn berkeluh kesah?
Terkadang apa yang kau inginkan tidak selalu apa yang kau butuhkan, jadi jangan selalu berprasangka buruk jika tidak atau mungkin belum mendapatkannya. Hidup indah itu dicapai karena telah bahagia. Bahagia itu muncul karena pandai bersyukur. So, let's try!

Senin, 25 Maret 2013

a thing

'Mengecewakan' atau 'Dikecewakan', mana yang kau pilih? Mana yang lebih baik? Rasanya siapapun tak ingin merasakan kedua hal itu, tapi kau pikir kau ini siapa? Yang tanpa celah itu malaikat, bukan manusia. Begitu banyak angan dan harapan yang tergambar, entah untuk diri sendiri, untuk bersama dia, atau bersama mereka. Kalau saja waktu ini dapat diputar, mau kah kau mengulanginya? Mungkin karena kau kurang puas, atau karena ingin menghindari suatu hal yang menjadi beban mu saat ini? Lalu apa gunannya rasa sabar dan ikhals yang harusnya bisa membantu kita. 'Satu diantara seribu, ku harus memilih, satu jalan yang harus kutempuh. Namun sulit tuk memilih jalan yang panjang membentang, tak berlubang, dan tak bertepi jurang.' mungkin begitu sekiranya. Tapi haruskah kita merasa takut dan kecewa pada apa yang sudah kita pilih? Ikhlas lah menjalani, sabarlah menghadapi, Dia maha tahu, lebih dari yang kita tahu. Bagi mereka yang mengecewakanmu, mungkin mereka hanya kurang bahagia, kasihanilah mereka. Sudah tidak bahagia, kau benci pula.

-ADN, 26 maret 2013, H-21 Ujian Nasional-