Jumat, 20 April 2012

Tugas T.I.K

Buat Pak Sigit.
Berhubung saya lagi rajin, dan ga ada kerjaan juga. Sekali-sekali pengen bikin bapak seneng, saya kerjain deh tugasnya.

Evaluasi Semester 2.


1. b mengolah data angka
2. e new
3. c Microsoft officer
4. a klik Officer button->save->ketik nama file->save
5. e simbol
6. b save
7. d ctrl+S
8. d ctrl+P
9. e printer
10. a toolbar
11. a open
12. d chart style
13. tab Insert->klik Picture
14. c uick access toolbar
15. a balok
16. a ctrl+N
17. c paste
18. c tombol enter
19. a Ascending
20. b previous
21. b filter
22. a clip art
23. d find & replace
24. d delete sheet columns
25. e shift + ->
26. a undo
27. d count
28. c. /
29. a date
30. e sel

Kamis, 19 April 2012

Autumn In Paris

Atas permintaan sang kakak kembar, yang minta gue buat nulis review novel yang gue baca, akhirnya gue akan nulis review dari novel yang baru gue baca belum lama ini. 'Autumn In Paris'. Silakan disimak kalo mau~



Tara Dupont adalah perempuan yang bekerja sebagai penyiar disalah satu stasiun radio ternama di kota Paris. Dia adalah perempuan berdarah Indonesia-Perancis. Dia tinggal bersama ayahnya yang sudah lama bercerai dengan ibunya. Tara Dupont, sangat menyukai musim gugur.

Dan semua kisah ini berawal dari perkenalan Tara dengan seorang arsitek muda asal Jepang, Tatsuya Fujisawa. Tatsuya saat itu datang ke Paris karena terlibat kerjasama dengan sahabat Tara, dan alasan lainnya adalah, dia sedang mencari seseorang dari masa lalu, yaitu cinta pertama ibunya. Tatsuya, tidak menyukai musim gugur, karena satu alasan.

Pertemuan pertama Tara dengan Tatsuya, yaitu saat sahabatnya, Sebastien, ingin memperkenalkan Tatsuya kepadanya sebagai rekan kerja. Saat itu Tara dan Tatsuya tidak berbicara banyak, hanya saling mengenalkan diri masing-masing. Namun pada suatu hari, tanpa disengaja mereka bertemu kembali di brasserie semacam kafe yang menyediakn makanan cepat saji. Karena merasa pernah saling berkenalan, akhirnya mereka memutuskan untuk saling menyapa dan kedekatan mereka berawal dari situ. Mereka mulai saling berbagi cerita, dan akhirnya merasakan ketertarikan satu sama lain.
Seiring berjalannya waktu, mereka semakin dekat. Walaupun Tatsuya sudah sering datang ke Paris, tapi dia belum pernah berkunjung ke tempat-tempat indah dan bersejarah  yang ada disana. Tara dengan senang hati mengajakanya berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat indah, dan bersejarah yang ada disana.
Mereka menjalani hari-hari bersama, menikmati keindahan dan romantisme kota Paris.
Tatsuya mersakan kebenciannya terhadap musim gugur yang disebabkan ibunya meninggal pada saat musim gugur mulai hilang perlahan. Karena keberadaan Tara yang selalu disampingnya.
Dan Tara pun akhirnya mengetahui alasan Tatsuya datang ke Paris. Selain untuk urusan pekerjaan, dia juga harus mencari cinta pertama ibunya dan harus menyerahkan surat yang ditulis ibunya untuk pria tersebut.

Tatsuya pun akhirnya bertemu dengan cinta pertama ibunya, Monsieur Lemercier, yang ternyata adalah ayah kandung Tatsuya. Tanpa pernah disangka, orang yang dicarinya itu menguak segala kisah dalam hidupnya, mengubah segala indah yang dia rasakan saat ini menjadi gelap.
Seseorang bernama Jean-Daniel Lemercier Dupont, sudah mempunyai seorang anak bernama Victoria yang ternyata adalah Tara. Monsieur Lemercier telah lama merubah namanya menjadi Jean-Daniel Lemercier Dupont. Dia adalah ayah dari Tara yang baru saja Tatsuya ketahui, pria itu juga ayah kandungnya. Tara dan Tatsuya adalah saudara, mereka mempunyai hubungan darah.

"Seandainya masih ada harapan sekecil apapun untuk mengubah kenyataan. Aku bersedia menggantukan seluruh hidupku pada harapan itu." -Tatsuya Fujisawa.

Tara dan Tatsuya sangat terpukul dengan kenyataan itu, mengingat segala sesuatu yang telah mereka jalani bersama dan segala rasa yang telah tumbuh dihati mereka masing-masing. Mereka mulai mencoba menjalani hari senormal mungkin, mencoba saling menjauhkan diri, walaupun itu menyakitkan untuk mereka.

"Satu-satunya yang bisa kulakukan sekarang adalah keluar dari hidupnya. Aku tidak akan melupakan dirinya, tetapi aku harus melupakan persaanku padanya. Walaupun itu berarti aku harus menghabiskan sisa hidupku mencoba melakukannya." -Tatsuta Fujisawa.

Tatsuya akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jepang, meninggalkan segala pekerjaannya, dan meninggalkan Tara. Saat sudah kembali ke Jepang pun, Tatsuya selalu menanyakan keadaan Tara kepada Sebastien, sahabat Tara. Memang tak mudah bagi Tara untuk melupakan Tatsuya, begitu juga dengan Tatsuya, tapi dia harus. Tatsuya berkata kepada Sebastien,

"Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu." -Tatsuya Fujisawa.

Sampai akhirnya, suatu hari Tara dan ayahnya mendapat kabar, bahwa Tatsuya mengalami kecelakaan saat sedang bekerja dilapangan. Dia mengalami koma. Dengan perasaan yang hancur, dan tangis, Tara harus pergi ke Jepang. Dokter mengatakan kemungkinannya untuk kembali sadar sangat kecil, namun Tatsuya masih berusaha untuk bertahan.
Hari itu juga setelah mendapat kabar, Tara dan ayahnya berangkat ke Jepang. Keluarga Tatsuya juga menunggu mereka, karena mereka pikir Tatsuya masih bertahan hingga saat ini untuk menunggu kedatangan Tara dan ayah kanndungnya itu. Dan mereka menyaksikan kepergian Tatsuya yang dalam keadaan tenang.





-SELESAI-



Minggu, 15 April 2012

We're So Far Away

Remembering, everything,
about my world and when you came.
Wondering, the change you’d bring,
means nothing else would be the same.
Did you know, what you were doing, did you know.
Did you know how you would move me well,
I don’t really think so.
but the night came down and swept us away.
and the stars they seemed,
to paint the most elaborate scene today.

How could we know? that song, this show,
we'd learn so much about ourselves.
From Toledo, to Tokyo,
the words were scribed on every page,
and now there’s books up on our shelves.
Did you know how you would move us, did you know?
When the lights first came upon us,
and we saw The Everglow.
and the moment's magic swept us away.
and the young mans dream was almost seen so plain.

When was the night
that showed us the sign?
Revealed in the sky, to leave all behind.
But where to begin? throwing caution to the wind,
We reached for the stars, everything was now ours.

Did you know how you would move me, did you know?
Did you know how you would move me?
well, I don’t even think so.
but the moment's magic swept us away.
and it’s so close, but we’re so far away.
It’s so close, but we’re so far away.


Sabtu, 07 April 2012

Happy Birthday ALIYA :D

Aliya itu adalah seorang anak kecil, perempuan, keriting, gigi gipis gara-gara dulu hobinya makan permen, dan kemaren 7 April 2012 umurnya udah berubah jadi 4th.
Aliya itu adalah.... Adek gue :D
Yang orang-orang pikir kalo tau dia adek gue adalah, umurnya beda jauh banget -_- iya emang jauh banget, benget.
Aliya itu lahir pas umur gue 14th, jadi jarak umur gue sama dia itu 13 tahun. Nah, kalo sama kakak gue beda umurnya...  17 tahun -_- emang dia itu telat munculnya haha

Nah! Pas ulang tahunnya yg ke-4 kemaren, dia minta temen-temennya diundang ke rumah. Akhirnya, apap sama mama menuruti permintaan anak bungsunya yang keriting itu. Tadinya dia maunya temen-temen sekolahnya juga dateng, tapi karena rumahnya jauh-jauh, akhirnya temen-temen rumah aja yang diundang.
Bocah ini excited banget waktu tau temen-temennya mau diundang pas dia ulang tahun. Dia tulis nama temen-temennya yang mau diundang di buku. Terus dia telepon salah satu kakak sepupu gue (mba Indah atau sering dipanggil Mbin) yang sering disangka 'kembaran nya ririn'. Dia minta mbin jadi MC pas ulang tahunnya nanti. WKWKWKWK gaya banget dah anak bocah. Pas ditanya MC itu apa? dia bilang 'itu loh, yang ngomong-ngomong pas ulang tahun. Yg Assalamualaikum. gitu' hahahaha, terserah dia dah.

Temen-temennya dia ada sekita 16 orang yang diundang, sebenernya gue rada ngeri pada gak dateng soalnya itu pas long weekend.

*nungguin temen-temennya depan pintu -_-*











*kuenya emang cuma buat gue sama Naya*


 
 Ternyata temen-temennya banyak juga yang dateng. Ditambah pasukan sepupu yang rusuh-rusuh, bikin suasana tambah meriah dan tambah rusuh.


Happy Birthday my little sister Aliya Dyah Pravitasari, 4th! Love you full :*


Aliya's Birthday

Minggu, 01 April 2012

sometimes i hate monday!

Me : Please, don't remind me that tomorrow is monday.


You : Tomorrow is MONDAY! :p


Me : AAAAAH!



Mati Rasa

Disaat aku berusaha meyakinkan diri, berusaha untuk melupakan.
Entah mengapa kenangan itu, secara tidak sopan berlarian kesana-kemari.
Kembali teringat.
Indah.
Indah? benarakah itu yang kurasakan dulu? atau sekarang?
Sebenaranya, aku sendiri tak yakin dulu itu disebut indah.
Sesuatu yang indah itu tidak pernah sementara, seharusnya, itu berjalan seterusnya.
Ya, 'seharusnya'. Tapi inilah hidup. Itulah yang diinginkan orang-orang di dalamnya.
Indah, selamanya.
Ah, mimpi! Kenyataannya hidup tak begitu.
Tapi buat apa menyesal? Toh, itu tidak merubah apapun.
Lalu kenapa aku masih tak bisa lepas dari bayang dan kenangan masa lalu?
Yang (aku kira) begitu indah.
Yang (aku kira) tidak ada rahasia.
Yang (aku kira) tidak ada kebohongan.
Yang (aku kira) selalu penuh dengan kasih sayang tulus.
Tapi sepertinya, itu semua hanya ilusi.
Sampai suatu hari seorang teman berkata, "ngapain lo ratapin bajaj yang lewat, kalo Tuhan mau  ngasih lo mercy?"
Dan aku belum juga sadar.

'Karena aku tidak mengerti apa yang temanku katakan. Benarkah Tuhan mau memberikan ku mercy? Tapi siapa yang minta mercy? Aku belum bisa menyetir dengan bagus, mana mungkin dibelikan mobil itu. Aku tidak ingin menjadi Afriyani yang membahayakan orang lain. Lagi pula, aku tidak pernah meratapi bajaj. Kendaraan itu selalu membuat pantat ku gatal, dan suaranya tidak pernah enak di telinga. Dan di daerah tempat tinggal ku, tidak pernah ada bajaj lewat.
Sampai akhirnya temanku berkata, "ITU CUMA ISTILAH! SIAPA JUGA YANG MAU NGASIH LO MERCY, MENDING BUAT GUE!" dan aku balas berkata "BUAT LO? CARI MATI BANGET ORANG YANG NGASIH LO MERCY. NYETIR AJA GA BISA!". Dan sampai akhirnya, kami memutuskan tidak memperpanjang masalah mercy dan bajaj itu.'

Dan akhirnya aku sadar.
Maksudnya, Tuhan akan memberikan yang lebih baik lagi untuku.
Tapi kenapa rasanya masih berat untuk melupakan.
Ya, rindu itu memang wajar.
Tapi sesungguhnya, aku tak ingin merasakan itu lagi.
Satu hal yang harus ku lakukan tentang ini adalah,
Melupakannya.
Ya, aku harus.


Jakarta, waktu hujan, 1 April 2012
Anggarini Dwisari .N