Minggu, 25 Maret 2012

Tak Pernah Cukup

Kebahagian terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Dicintai karena diri kita sendiri atau, tepatnya, dicintai seperti apapun diri kita.

Kadang aku tahu harus mengucapkan apa,
Berterima kasih atas semua yang kau lakukan,
Tapi lalu semua kata terbang entah ke mana,
Secepat datangnya ke ribaan

Bagaimana aku bisa cukup berterima kasih,
Pada orang yang membuat hidupku lengkap,
Pada orang yang memberikan anugerah,
Yang membuat jiwaku terbentuk mantap.

Orang yang menyelimutiku tiap malam,
Orang yang menghentikan tangisanku,
Orang yang sangat ahli dalam,
Menelanjangi semua kebohonganku.

Orang yang mengantarkanku ke sekolah,
Dan melewatkan hari-hari seorang diri,
Namun dengan ajaib tersenyum cerah,

Orang yang bersedia berkorban,
Untuk selalu mendahulukanku,
Yang membiarkanku menguji sayap patahku,
Meski menyakitkan bagimu.

Yang mewarnai dunia bak pelangi,
Saat dipenuhi kegagalan mimpi,
Yang dengan terang menjelaskan lagi,
Saat kenyataan terbagi.

Cara apa yang ada untuk berterima kasih,
Bagi hatimu, keringatmu, air matamu,
Bagi sepuluh ribu hal kecil,
Bagi oh-tak terhitung-banyaknya usiamu.

Bagi kerelaanmu berubah bersamaku,
Menerima semua kelemahanku,
Tidak mencintai karena terpaksa,
Tapi mencintai "hanya karena."

Karena tak pernah putus asa padaku,
Walau sudah kehilangan akalmu,
Karena selalu bangga padaku,
Karena menjadi sahabatku.

Dan karena itu aku sadar,,
Satu-satunya cara mengatakan,
Satu-satunya terima kasih yang bukan sekedar
Hanya jelas dalam satu ungkapan.

Tataplah aku didepanmu,
Lihatlah aku telah menjadi apa,
Apa kaulihat dirimu dalam diriku?
Tugas yang telah kaulkukan?

Semua harapan dan mimpimu,
Kekuatan yang tak terlihat siapa pun.
Peralihan selama bertahun-tahun,
Yang terbaik darimu ada dalam diriku.

Terimakasih atas semua anugerahmu,
Untuk semua yang kaulakukan,
Terimakasih, untuk kedua orang istimewa,
Karena membuat mimpi jadi kenyataan.

Love,
Putrimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar